Chapter 77

440 Kata

Kita putus aja, Le. Aku udah nggak bisa sama kamu. Dua kalimat itu telah membuat Ale seperti tersambar petir. Kepalanya berdengung, terlalu keras memikirkan dua kalimat yang telah mengusik harinya. Bukan pesan singkat seperti itu yang dirinya tunggu selama ini. Tidak. Kenapa Ajeng berkata seperti itu? Selain tidak bisa menemaninya di kampus hari itu, Ale tidak merasa memiliki kesalahan fatal yang berpotensi membuat Ajeng menarik keputusan seperti ini. Ale tidak bisa mencerna dengan baik kalimat yang baru saja dikirim sang pacar. Putus? Ajeng pasti sedang bercanda, pikirnya. Dengan gerakan secepat mungkin, cowok itu menelepon Ajeng. Menunggu sang pacar menjawab panggilannya. Akan tetapi, dering keenam, cewek itu tidak kunjung meresponsnya. Panggilan kedua, ponsel Ajeng dimatikan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN