Bab 131: Kesadaran Pangeran Tatius

2036 Kata

Sang duke mengusap-usap rambut dengan handuk. Butuh waktu lama untuk membuat air tidak lagi menetes karena kepala yang sedang diperlakukan lembut bukan miliknya, tetapi milik Anastasia. Wanita itu kini sedang memejamkan mata dan tampak nyaman sekali dengan perbuatan baik yang dilakukannya kini. "Aku berani bertaruh kalau tuan Frost memiliki pekerja sepertimu, pasti bisnisnya akan laku keras." Sang duke menghentikan gerakannya, lalu menatap Anastasia dari pantulan cermin. Mata itu tetap terpejam seolah masih menunggu untuk dikeringkan rambutnya. "Tuan Frost pemilik tempat cukur?" Anastasia mencari tangan sang duke untuk memberikan tanda agar kembali mengeringkan rambutnya. Setelah itu baru dia berbicara, "Ya. Apa kau tahu? Tuan Frost dan istrinya sudah menikah selama empat puluh sembila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN