Si Endut berlari kecil, nafasnya tersengal-sengal, disekanya keringat yang tak ada hentinya dengan handuk kecil yang diselempangkan di leher. Kemudian berlari mundur mengikuti langkah Bu Surti dan Aisyah istrinya, lalu berkata: "Aduh ambun Bu, kalau seperti ini tiap hari, badan saya bukannya tambah kurus.". Bu Surti terus melangkahkan kaki, memegang ujung handuk yang disampirkan di leher dengan kedua tangannya. Sambil sesekali mengusap mukanya. “Bagus lha ndut.” Saatnya sambil sesekali melihat raut si endut yang terlihat kecapean. “Jangan bu, kasihan istri saya giliran jadi tambah kurus.” kemudian membalikkan badan, berlari kecil mengikuti langkah, bu Surti dan Aisyah. “Lho kok bisa begitu?” Tanya sang Ibu majikan. “Iyalah, istri saya jadi bingung ngatur keuangannya, masalahnya kalo sa

