Bab 22

1748 Kata

Perut buncitnya dielus-elus, karena kekenyangan. Ditumpuknya, dibawanya ke dapur dan langsung dicucinya. "Suami teladan memang harus seperti ini." Kata Bu Surti. si Endut pun pergi menuju depan kaca dan berekting ala peragawan sedang menampilkan promo sarung gajah bengkak. Kemudian kembali dan melanjutkan mencuci. Cengar-cengir menghadap Bu Surti dan Aisyah sang istri. "Terima Kasih buat pujiannya, dulu hari kedua kami menikah pujian ini pernah diucapkan oleh mantan pacar saya Bu." "Sekarang dimana dia?" Tanya bu Surti. Sambil memandang kearah sang istri dan menggerak-gerakkan alisnya si Endut menjawab: "tu orangnya…he..he…he?" Akhir-akhir ini Bu Surti memang sering menginap di tempat Aisyah, terlebih ketika Arin tak ada kabar beritanya. Arin sengaja mematikan ponsel dan memakai pons

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN