4 tahun kemudian Aku dan keluarga kecilku sudah menempati rumah yang sudah jadi dibangun. Rumah yang tidak bertingkat, namun lebar. Kak Thomas sengaja mendesain seperti itu, ia khawatir jika sewaktu-waktu Ares terjatuh dari tangga. Apalagi anak itu semakin hari semakin aktif dan nakal. Kak Thomas berubah menjadi ayah yang sigap dan protektif. Segala sesuatu yang ada di rumah ini harus aman untuk Ares. Seperti, kolam renang yang ia bagi menjadi dua, yang dalam dan yang dangkal untuk Ares, dan semuanya. Ada juga musholla kecil dekat kolam renang. Sementara Ares, dia tetap bermanja-manja dengan ayahnya. Ia juga masih menangis jika Kak Thomas berduaan denganku. Ahh.. Anak itu tidak ada pengertiannya sama sekali. "CECII! HANDUKKK!" teriakan itu membuatku menghela nafas dengan pelan. Selalu

