Aku berdiri di depan jendela rumah. Menikmati semilir angin yang terasa menyejukkan. Jarang-jarang aku mendapati udara sesejuk ini di kota-kota besar. Rasa dingin yang selama ini selalu terasa telah berganti dengan rasa hangat. Rasa hangat di kota Batam, Indonesia. Aku dan Kak Thomas memutuskan untuk menetap di Indonesia. Papa Randy memindahkan Kak Thomas di perusahaannya di Batam, karena itu Kak Thomas memboyongku dan Ares ke Batam. Ya, meski Batam juga banyak bangunan, tapi menurutku udaranya masih sejuk meski terasa panas. Aku dan Kak Thomas masih tinggal di apartemen, karena rumah kami masih dalam tahap pembangunan. Di sini juga lumayan enak, karena aku bis lebih mengenal keluarga besar dari Kak Thomas. Sepupunya dari Pap Randy maupun sepupunya dari Mama Wulan. Hari ini Kak Thomas

