BAB 20

1759 Kata

Aku mengetuk-ngetuk jariku dimeja kerja Kak Thomas. Menunggunya rapat yang entah sampai kapan selesainya, membosankan. Aku mulai pindah duduk dari sofa ke kursi kerjanya. Lumayan, kursinya yang besar dan bisa memutar mampu menghilangkan sedikit saja rasa bosanku. Aku mengacak-ngacak laci mejanya, mengeluarkan map-map dari sana dan membacanya. Kebiasaan saat bosan, menghilangkam suntuk dengan mengacak benda yang ada disekitar, hehe. Mataku aku membuka laci paling atas di sebelah kananku. Tumpukan amplop-amplop bercap terkenal. Yang pasti, amplop dari perusahaan yang terkenal disini. Ntah apa isinya, mungkin ajukan kerjasama atau apalah. Baru saja akan kututup, mataku tertuju pada amplop berwarna merah hati yang tersimpan dalam di sudut pojok laci. Kugapai surat itu, menatapi setiap sedut a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN