bc

Ophelia's Scandal

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
dark
contract marriage
family
friends to lovers
arranged marriage
arrogant
gangster
heir/heiress
drama
bxg
serious
bold
city
office/work place
polygamy
like
intro-logo
Uraian

'Ada apa ini, Ophelia? Tunanganmu menikah dengan adik tirimu!'

Kalimat yang muncul di layar ponselnya seketika menghancurkan senyum sempurna yang sejak tadi ia tunjukkan pada rekan bisnis di hadapannya.

Ophelia Vivienne Aldrich seharusnya menjadi wanita paling bahagia tahun ini. Setelah bertahun-tahun hidup dalam pertunangan yang diatur keluarganya, ia akhirnya akan menikah dengan Mikhail Aleksei—pria yang dicintainya sejak kecil dan satu-satunya tempat Ophelia bersandar setelah kematian ibunya.

Namun semua itu hancur dalam semalam.

Mikhail justru menikahi Lily, saudara tiri Ophelia sekaligus putri dari wanita yang selama ini ia yakini sebagai dalang di balik kematian ibunya.

Ditinggalkan, dipermalukan, dan perlahan disingkirkan dari perusahaan keluarganya sendiri, Ophelia mulai menyadari satu hal—dirinya benar-benar sendirian.

Sampai Calvin dan Alvin muncul.

Dua sepupu Mikhail yang selama ini tidak pernah terlihat tertarik padanya tiba-tiba menawarkan bantuan. Mereka berjanji akan menjaga Ophelia, menggantikan posisi Mikhail dalam hidupnya, dan membantu merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya.

Namun setiap bantuan memiliki harga.

Dan tanpa sadar, Ophelia menyerahkan dirinya pada dua pria yang ternyata jauh lebih berbahaya dibanding musuh-musuhnya.

Di balik dunia yang dipenuhi kekuasaan, skandal, dan pengkhianatan, Ophelia perlahan berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak lagi ia kenali.

Sementara Calvin dan Alvin menghancurkan siapa pun yang mencoba merebutnya, Mikhail justru kembali membawa kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Tentang kematian ibunya.

Tentang pengkhianatan Mikhail.

Dan tentang dua pria obsesif yang sengaja membuat seluruh dunia membenci Ophelia agar wanita itu tidak memiliki tempat lain selain kembali kepada mereka.

Kini Ophelia harus memilih—melarikan diri dari tiga pria yang perlahan menghancurkan hidupnya… atau tetap tinggal dan menjadi bagian dari skandal terbesar.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1: Pernikahan yang bukan untukku
“Ooohh... Yeahhh...” “Mikhail... Haaa... Enak sekali...” Suara desahan yang terdengar panas memenuhi salah satu lantai di gedung pencakar langit yang berdiri dengan gagah di pusat kota. Tuxedo, gaun, dan beberapa perhiasan sisa pesta pernikahan berceceran di lantai, teronggok begitu saja setelah ditinggalkan pemiliknya untuk bercinta. Suara erangan yang terdengar semakin nyaring, menantang gemuruh hujan diluar sana. Seolah menantang langit dengan cinta mereka yang membara. Siapapun yang mendengarnya pasti akan berfikir demikian. Termasuk Ophelia. Perempuan itu mematung dari tempatnya dibalik pintu. Tangannya yang semula memegang gagang pintu dan bersiap untuk membukanya, terkulai begitu saja saat dia benar benar menyadari jika Mikhail, orang yang sudah bertunangan dengannya, telah melangsungkan pernikahannya hari ini. Bukan dengannya—tentu saja. Melainkan dengan seseorang yang tidak pernah ingin Ophelia kenal. Apa yang ada di hadapan matanya sudah cukup bagi Ophelia untuk mendapatkan kebenaran atas kabar yang dia dapatkan saat dirinya berada di luar negeri. Perempuan itu berbalik, beranjak pergi dari kamar yang selama ini menjadi saksi cintanya pada Mikhail dan turun dari salah satu lantai tertinggi di gedung pencakar langit itu dengan lift. ‘Jika aku berharap kalian mati saat mencapai pelepasan, aku benar benar akan dianggap sebagai seorang penjahat.’ Pikir Ophelia Netranya yang semula menatap lantai, bergerak naik menuju pantulan dirinya pada dinding lift. Rambut kecokelatan yang tergerai cantik, fitur wajah tirus dengan mata bulat dan bibir tipis yang indah, serta gaun yang memeluk lekuk tubuhnya dengan elegan. Hal yang dapat dia lihat dari pantulan dirinya pada cermin. Perempuan itu tersenyum dan mendengus, “Bukankah... seseorang mengatakan jika aku adalah hal terbaik yang ingin dia miliki?” Pintu lift berdenting pelan. Ophelia melangkahkan kedua kakinya berjalan keluar dari benda kotak itu. Seorang resepsionis yang berdiri di belakang meja, berdiri dan menatapnya dengan tatapan sungkan. Dan tentu saja, Ophelia tahu apa maksudnya. Tanpa mengatakan apapun, Ophelia menaruh jari telunjuk di depan bibirnya, memberi isyarat agar wanita itu tidak mengatakan apapun dan merahasiakan tentang keberadaan dirinya di tempat ini. Kedua sudut bibirnya terangkat naik saat dirinya melihat resepsionis itu menganggukkan kepalanya dengan patuh. Seorang petugas keamanan yang juga melihat hal itu, menundukkan kepalanya memberi hormat. Dia meraih sebuah payung, menemani sang Nona sekaligus memayunginya saat menunggu petugas valet membawakan mobilnya diluar sana. “Hujannya cukup deras, Nona. Haruskah saya panggilkan seorang supir pengganti?” Tanya si petugas keamanan sesaat setelah sebuah mobil berwarna hitam pekat berhenti tepat di depan mereka Mendengar tawaran itu, Ophelia terdiam sejenak. Dia mendongkak menatap awan malam yang menurunkan hujan sebelum kemudian menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu. Aku akan berkendara sendiri.” *** Namanya Ophelia. Ophelia Vivienne Aldrich. Seperti namanya yang menggambarkan keindahan yang klasik, parasnya menunjukan hal yang sama. Rambut panjang bergelombang berwarna cokelat terang, tubuh yang ramping nan elok dengan lekukan yang terasa pas untuk dirangkul, serta fitur wajah yang cukup untuk membuat dirinya muncul dalam list TC Candler. Tahun ini usianya menyentuh 24 tahun, seharusnya di tahun ini juga, dirinya mengubah statusnya sebagai istri dari Mikhail Aleksei. Namun semua rencana itu lenyap entah kemana dan hanya menyisakan tanda tanya tak berujung dalam benak Ophelia. Pandangan Ophelia memburam bersamaan dengan alkohol yang mengaburkan pikirannya. Perempuan itu menatap pinggiran cangkir tequila nya yang berbinar memantulkan cahaya lampu VIP room dari bar yang di sewa nya, tangannya meraih ponselnya yang sejak tadi tergeletak begitu saja diatas meja. Benda pipih itu sejak tadi bergetar menampilkan tiga nama yang terus berusaha menghubunginya belakangan ini. Namun entah kenapa Ophelia tidak memilki niat untuk mengangkat semua telfon yang masuk ke dalam ponselnya. Dia tidak berniat untuk terlihat frustasi dan menyedihkan disaat yang sama di depan orang orang itu. Klik “Huh?” “Terima kasih, bawa ini. Kau bisa pergi sekarang.” Ophelia mengerjapkan kedua mata satunya saat mendengar suara yang cukup akrab di telinganya. Dia menipiskan bibirnya saat melihat pemilik suara itu muncul dari balik pintu dan kembali menutup pintu dibelakang tubuhnya. Kedua mata Ophelia kembali mengedip perlahan saat melihat siluet tubuh seorang pria yang berjalan ke arahnya. Pria itu melepaskan jas yang dipakainya dan melemparkannya begitu saja ke sofa sebelum kemudian bersidekap sambil balas menatap ke arahnya. “Tamu tak di undang, huh? Apa ini kebiasaanmu? Masuk ke dalam ruangan VIP yang sudah disewa seseorang? Ini pelanggaran.” Tukas Ophelia datar. Dia merebahkan kepalanya pada sandaran sofa yang sejak tadi didudukinya, “aku akan mengeluhkan hal ini pada pemiliknya.” Lanjutnya pelan sambil menutup kedua matanya dan bersidekap sambil menyilangkan kakinya “Aku pemiliknya. Dan aku datang untuk mencegah seseorang mati disini.” Tandas pria itu “Dan? Siapa itu?” tanya Ophelia malas “Kau. Dasar bodoh! Ditinggalkan Mikhail seharusnya tidak membuatmu semenyedihkan ini, Ophe! Apa dia seberharga itu hingga kau memesan 8 botol minuman dengan kadar alkohol yang tinggi seorang diri?!” sembur pria itu kesal Mendengar kalimat bernada tinggi itu, Ophelia kembali membuka kedua matanya secara perlahan. Dia melirik pria yang sedang menatapnya dengan kerutan dalam di dahinya, “Kau marah? Seharusnya pemilik Bar sepertimu senang karena ada orang yang membayar mahal sepertiku.” “Aku tidak senang jika itu kau, Ophe. Tidak berniat sombong, tapi tanpa kau membeli banyak minuman mahal ku, aku sudah punya banyak uang.” Ophelia berdecih. “Kau pasti Alvin. Karena Calvin tidak akan memamerkan uangnya.” Gumam Ophelia tenang “Apa butuh waktu lama bagimu untuk menyadari jika yang datang adalah aku dan bukan Calvin? Berapa banyak yang kau minum?” keluh Alvin, kesal “Satu.” “Satu botol?” “Satu gelas, bodoh.” Balas Ophelia tidak kalah kesalnya. Dia menipiskan bibirnya dan menutup kedua matanya sebelum kemudian bertanya dengan pelan, “Alvin... apa aku terlihat menyedihkan?” “Sangat. Apa Mikhail seberharga itu untukmu? Bagiku dia tidak lebih dari b******n yang selalu berpura pura tenang. Dia serigala berbulu domba!” Sahut Alvin datar Seulas senyuman terbit dibibir Ophelia. Alvin tidak mengerti. Bagi seseorang yang sudah bergantung pada Mikhail sejak kematian Ibunya, pria itu memiliki posisi tersendiri dalam hatinya. Mikhail memang sejak dulu cukup pendiam. Pria itu menunjukan perhatiannya melalui tindakan. “Aku bertumpu pada Mikhail saat kehilangan, Alvin. Kau tidak akan mengerti rasanya.” Gumam Ophelia tanpa membuka kedua matanya “Dan kau juga harus melupakan perasaan itu. Ingat hal ini, Ophe. Pria itu, Mikhail. Dia menikahi seseorang yang menjadi salah satu alasan kematian Ibumu! Dia menikahi anak dari pembunuh ibumu!” Ophelia mengulas senyuman tipisnya. Benar. Orang yang menikah dengan Mikhail adalah saudara tirinya—atau lebih tepatnya, anak dari wanita yang membunuh Ibunya untuk naik ke posisi sebagai istri CEO.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
721.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.5M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
958.6K
bc

A Warrior's Second Chance

read
346.7K
bc

Not just, the Beta

read
342.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook