"Aku kesal karena kamu nyebut nama si Asep pas belum sadar kemarin itu!" Dahiku berkerut mendengar jawabannya itu. "Masa, sih? Enggak mungkin, ah. Aku enggak merasa nyebut nama dia, kok." "Ya iya kamu enggak ngerasa. Orang masih setengah sadar. Orang aku dengar sendiri, kok." "Ciee ... cemburu, ya," godaku seraya mencolek pinggangnya. "Istri sendiri nyebut nama cowok yang pernah disukainya wajar 'kan suami marah dan cemburu?" Senyumku langsung hilang mendengar nada bicaranya masih ketus. Kuhela napas pelan, lalu menunduk. "Maaf, Mas. Tapi aku juga enggak sengaja nyebut nama dia. Kemarin itu aku kayak denger suara dia manggil-manggil." "Tetep aja ngeselin." "Lebih ngeselin mana sama Mas yang fokus ke hape terus? Padahal lagi ajak istri jalan-jalan dan belanja. Di tanya ini itu aja j

