"Kamu masak banyak banget, Mil?" "Mama lupa, ya? Hari ini 'kan ulang tahun Mas Mustafa." Aku tersenyum senang. "Oh, iya." Mama menepuk keningnya sendiri. "Aduh, kok mama bisa lupa, ya? Mana belum siapin hadiah lagi." "Enggak apa-apa, Ma. Hadiah Mama bisa nyusul nanti, kok. Ada hadiah istimewa yang udah aku siapin dari semalam." "Oh, ya? Apa itu?" Mama terlihat antusias. "Masih rahasia. Nanti juga Mama tau dan pasti ikut bahagia," jawabku bersemangat. "Wah, bikin mama jadi tambah penasaran aja kamu ini." Aku mengulum senyum dengan tangan tetap cekatan mengolah masakan. "Jangan capek-capek. Nanti kamu sakit lagi." "Enggak, kok, Ma. Kan, dibantu sama Bibi." Mama tersenyum seraya mengusap kepalaku, kemudian pergi ke ruang keluarga dengan membawa secangkir teh hangat. Selesai masak,

