Setelah sarapan, Fiqi dan Gesi memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota. Mereka berjalan bergandengan tangan dan menikmati suasana pagi yang indah.
Gesi merasa sangat bahagia bersama Fiqi. Ia merasa seperti telah menemukan orang yang tepat untuknya.
Tapi, tiba-tiba Gesi melihat sebuah mobil yang terparkir di seberang jalan. Ia melihat sosok yang familiar di dalam mobil tersebut.
Gesi merasa terkejut dan tidak percaya. Ia melihat Brian, mantan pacarnya, yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa.
Gesi merasa terkejut dan tidak percaya. Ia melihat Brian, mantan pacarnya, yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa.
Fiqi melihat Gesi yang terkejut dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
Gesi menunjuk ke arah mobil Brian dan berkata, "Itu... itu Brian."
Fiqi melihat ke arah mobil Brian dan kemudian kembali menatap Gesi. Ia berkata, "Jangan khawatir, aku ada di sini untuk menjagamu."
Gesi merasa lega dengan kata-kata Fiqi, tapi ia juga merasa tidak nyaman dengan kehadiran Brian.
Brian kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju Gesi dan Fiqi. Ia terlihat serius dan tidak biasa.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Brian dengan nada yang keras.
Gesi merasa tidak nyaman dengan nada Brian yang keras. Ia berkata, "Aku hanya berjalan-jalan dengan Fiqi."
Brian menatap Fiqi dengan tatapan yang tidak biasa. Ia berkata, "Kamu adalah...?"
Fiqi memperkenalkan dirinya dan berkata, "Aku Fiqi, pacar Gesi."
Brian terkejut dengan kata-kata Fiqi. Ia tidak percaya bahwa Gesi sudah memiliki pacar baru.
Gesi merasa tidak nyaman dengan reaksi Brian. Ia berkata, "Brian, aku sudah move on. Aku sudah memiliki kehidupan baru."
Brian terlihat sedih dan kecewa. Ia berkata, "Aku masih mencintaimu, Gesi."
Gesi merasa terkejut dengan kata-kata Brian. Ia tidak percaya bahwa Brian masih mencintainya.
Fiqi memegang tangan Gesi dan berkata, "Gesi, aku ada di sini untuk menjagamu. Jangan khawatir."
Gesi merasa lega dengan kata-kata Fiqi. Ia berkata, "Brian, aku sudah tidak memiliki perasaan yang sama dengan kamu lagi. Aku sudah memiliki Fiqi sekarang."
Brian terlihat sedih dan kecewa. Ia berkata, "Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku masih mencintaimu, Gesi."
Tiba-tiba, Brian mengambil sesuatu dari kantongnya dan memberikannya kepada Gesi. Ia berkata, "Aku ingin kamu memiliki ini. Ini adalah sesuatu yang pernah kamu inginkan."
Gesi terkejut dengan apa yang Brian berikan kepadanya. Ia tidak percaya bahwa Brian masih menyimpan sesuatu yang pernah mereka miliki bersama...
Gesi terkejut dengan apa yang Brian berikan kepadanya. Ia tidak percaya bahwa Brian masih menyimpan sesuatu yang pernah mereka miliki bersama.
Gesi membuka kotak kecil yang Brian berikan kepadanya. Di dalamnya, ia menemukan kalung yang pernah mereka beli bersama saat liburan di pantai.
Gesi merasa terharu dengan melihat kalung tersebut. Ia ingat kembali saat-saat bahagia yang mereka miliki bersama.
Tapi, Gesi juga ingat bahwa ia sudah memiliki Fiqi sekarang. Ia tidak ingin membiarkan perasaannya terlarut dalam kenangan masa lalu.
Gesi menutup kotak kecil dan mengembalikannya kepada Brian. Ia berkata, "Terima kasih, Brian. Tapi aku sudah tidak bisa menerima ini lagi."
Brian terlihat sedih dan kecewa. Ia berkata, "Aku mengerti. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku masih mencintaimu."
Gesi merasa lega bahwa ia sudah mengambil keputusan yang tepat. Ia memeluk Fiqi dan berkata, "Aku sudah memiliki kamu sekarang, Fiqi."
Fiqi memeluk Gesi erat dan berkata, "Aku juga mencintaimu, Gesi. Aku akan selalu menjagamu."
Brian melihat Gesi dan Fiqi yang sedang berpelukan. Ia merasa sedih dan kecewa, tapi ia juga mengerti bahwa Gesi sudah memiliki kehidupan baru.
Brian berpaling dan berjalan pergi, meninggalkan Gesi dan Fiqi yang sedang berpelukan.
Gesi dan Fiqi memandang Brian yang sedang berjalan pergi. Mereka berdua kemudian memeluk erat dan berbagi ciuman.
Gesi merasa bahagia dan lega karena ia sudah memiliki Fiqi. Ia tidak perlu lagi memikirkan tentang Brian.
Tapi, tiba-tiba Gesi mendengar suara Fiqi yang berkata, "Gesi, aku memiliki sesuatu yang ingin aku katakan padamu."
Gesi merasa penasaran dan bertanya, "Apa itu, Fiqi?"
Fiqi mengambil napas dalam-dalam dan berkata, "Gesi, aku memiliki masa lalu yang tidak baik. Aku pernah melakukan sesuatu yang aku sangat menyesali."
Gesi merasa penasaran dan bertanya, "Apa itu, Fiqi?"
Fiqi mengambil napas dalam-dalam lagi dan berkata, "Aku pernah menipu orang yang aku cintai. Aku sangat menyesali perbuatan itu."
Gesi merasa terkejut dengan pengakuan Fiqi. Ia tidak pernah menyangka bahwa Fiqi memiliki masa lalu yang seperti itu.
Tapi, Gesi juga merasa bahwa ia harus mendengarkan penjelasan Fiqi. Ia bertanya, "Mengapa kamu melakukan itu, Fiqi?"
Fiqi mengambil napas dalam-dalam lagi dan berkata, "Aku melakukan itu karena aku merasa tidak percaya diri. Aku merasa bahwa aku tidak cukup baik untuk orang yang aku cintai."
Gesi merasa kasihan dengan Fiqi. Ia memeluk Fiqi dan berkata, "Aku percaya padamu, Fiqi. Aku tahu bahwa kamu tidak akan melakukan hal seperti itu lagi."
Fiqi merasa lega dan bahagia dengan kata-kata Gesi. Ia memeluk Gesi erat dan berkata, "Terima kasih, Gesi. Aku sangat mencintaimu."
Gesi juga merasa bahagia dan membalas pelukan Fiqi. Mereka berdua kemudian berbagi ciuman yang panjang dan romantis.
Setelah itu, Fiqi dan Gesi memutuskan untuk melanjutkan hari mereka dengan berjalan-jalan di sekitar kota. Mereka berdua menikmati waktu bersama dan merasa sangat bahagia.
Tapi, tiba-tiba Gesi mendengar suara notifikasi dari ponselnya. Ia melihat layar ponselnya dan melihat bahwa ada pesan dari Brian.
Gesi merasa terkejut dan tidak percaya. Ia bertanya pada dirinya sendiri, "Mengapa Brian masih menghubungiku?"
Gesi merasa tidak nyaman dengan pesan dari Brian. Ia tidak ingin lagi berhubungan dengan Brian setelah apa yang telah terjadi.
Gesi memutuskan untuk tidak membaca pesan dari Brian. Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas dan melanjutkan berjalan-jalan dengan Fiqi.
Tapi, Gesi tidak bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman yang ia rasakan. Ia merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu kebahagiaan yang ia rasakan bersama Fiqi.
Fiqi melihat Gesi yang terlihat tidak nyaman dan bertanya, "Apa yang terjadi, Gesi?"
Gesi tidak ingin memberitahu Fiqi tentang pesan dari Brian. Ia tidak ingin membuat Fiqi merasa tidak nyaman.
Gesi hanya menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak ada apa-apa, Fiqi. Aku hanya merasa sedikit lelah."
Fiqi memeluk Gesi dan berkata, "Aku ada di sini untuk menjagamu, Gesi. Jangan khawatir."
Saat mengantar Gesi pulang, Fiqi kaget karena rumahnya yang besar dan megah sedangkan dia hanya tinggal di kontrakan yang kecil. Dan yang lebih mengagetkan lagi ternyata Gesi anak dari Wali Kota Jaksel.
Fiqi terkejut dan tidak percaya ketika ia mengetahui bahwa Gesi adalah anak dari Wali Kota Jaksel. Ia merasa seperti telah dipukul oleh petir.
Fiqi merasa tidak percaya diri lagi. Ia merasa bahwa ia tidak layak untuk bersama dengan Gesi, yang berasal dari keluarga yang berpengaruh dan kaya.
Fiqi mulai mempertanyakan apakah Gesi benar-benar mencintainya, atau apakah Gesi hanya ingin bersenang-senang dengan orang yang tidak terlalu penting.
Fiqi merasa sedih dan kecewa. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia hanya ingin menyembunyikan dirinya dan tidak ingin lagi bersama dengan Gesi.
Tapi, Gesi tidak menyadari perubahan yang terjadi pada Fiqi. Ia masih berpikir bahwa Fiqi adalah orang yang sama yang selalu menyayanginya.
Gesi memeluk Fiqi dan berkata, "Aku sangat mencintaimu, Fiqi. Aku tidak peduli dengan apa pun yang terjadi."
Tapi, Fiqi tidak bisa membalas pelukan Gesi. Ia merasa seperti telah kehilangan kepercayaan dirinya...
Fiqi memisahkan dirinya dari Gesi dan berkata, "Gesi, aku perlu waktu untuk memikirkan beberapa hal."
Gesi terkejut dan bertanya, "Apa yang terjadi, Fiqi? Apa yang membuat kamu seperti ini?"
Fiqi tidak bisa menjawab pertanyaan Gesi. Ia hanya menggelengkan kepala dan berkata, "Aku hanya perlu waktu, Gesi."
Gesi merasa sedih dan kecewa. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Fiqi. Ia hanya tahu bahwa Fiqi telah berubah.
Gesi memutuskan untuk memberikan Fiqi ruang dan waktu untuk memikirkan beberapa hal. Ia berharap bahwa Fiqi akan kembali menjadi orang yang sama seperti sebelumnya.
Tapi, sementara itu, Fiqi semakin merasa tidak percaya diri. Ia merasa bahwa ia tidak layak untuk bersama dengan Gesi, yang berasal dari keluarga yang berpengaruh dan kaya.
Fiqi mulai mempertanyakan apakah ia harus meninggalkan Gesi dan melanjutkan hidupnya sendiri...