Wajah Hasan sangat tenang ketika dia tertidur, aku menyentuh hidungnya yang mancung, matanya mengerjap terganggu dengan sentuhanku. Dia sempurna, dia sangat menganggumkan, dia membuat ku melayang hingga melupakan diriku sendiri. Aku mungkin akan flu.Kami menghabiskan berjam-jam di sungai. Aku tidak bisa menduga sebelumnya mandi bersama bisa jadi sangat menyenangkan, air sungai yang dingin tidak terasa lagi ketika tubuh kami saling menyatu. Aku suka cara Hasan menyentuhku, cara hasan membuatku tersengal-sengal kehabisan nafas. Oh kalau aku ingat apa yang kami lakukan tadi, aku jadi malu sendiri. Mengetahui di dalam diriku ada keliaran yang tidak bisa ku kendalikan. Kami melanjutkan aktifitas itu di kamar ini, rasanya tidak pernah cukup buat Hasan. Dari caranya menuntutku, aku tahu benar d

