Aku melangkah malas memasuki rumah megah itu, sebenarnya aku tidak mau kemari. Tidak pernah ku inginkan masuk ke kastil kuswardi seperti ini. Walaupun di kepalaku masih ada pertanyaan tentang benarkah tembok-tembok di kastil ini terbuat dari emas ? Apakah benar tempat ini tidak bisa terbakar ? Pertanyaan yang kubawa sejak aku kecil. Sudah sangat malam ketika aku medatangi kastil itu. Aku memutuskan untuk menemui Hasan karena aku melihat kudanya disana. terikat bebas di depan kastilnya. Sebenarnya kedatanganku cuma untuk memberi tahunya tentang ibuk. Tapi begitu di depan kastilnya aku jadi bingung harus masuk lewat mana. Benarkah aku masuk lewat pintu ini ? Apa harusnya lewat pintu belakang ? Rumah ini keliatan seperti dua pulu tahun lalu sebelum di tumbuhi tanaman liar, kini rumah it

