RESTU SANG PUALAM

2337 Kata

Perjalanan menju patung pualam, berjam-jam lamanya. Aku melihat peta dengan sangat cermat. Aku membawa perbekalan seadanya. Mungkin pencarianku akan menghabiskan waktu sepanjang hari, aku juga tidak tahu pasti. Aku akan melewati hutan basah atau banyak yang bilang juga hutan berlumut, yang pernah kulewati dulu bersama dengan paman Didi.  Hutan itu  menghubungkan hutan bambu dengan ladang ilalang. Aku harus sampai ke ladang ilalang sebelum siang, karena cuaca di sana sangat panas.  Aku menepuk Alaska “Kita akan berjalan jauh berdua Alasaka. Tidak ada Jefri dan Atlas bersama kita” Yang penting kamu bawakan apel untukku, aku tidak sudi makan rumput kalau berjalan jauh Aku menghela nafas sebel, dengusanku hampir menyerupai dengusananya. Astaga sebentar lagi aku akan jadi dia mungkin. Oh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN