Satria tidak ingin membuat Salsa terlalu khawatir dengan keselamatan Sulthan, sebisa mungkin pria berwajah tampan itu bersikap tenang. Salsa pun belum tahu kalau Pakdhe Tejo ada di kota ini terlebih lagi Sulthan akan mengadakan resepsi pernikahan yang otomatis jiwa keselamatan mereka berdua harus ekstra dijaga ketat. “Aku juga tidak tahu, tetapi lebih baik kamu tidak usah memikirkan yang bukan-bukan, permisi,” sahut Satria tersenyum dan hal itu dibalas juga oleh Salsa dan menganggukkan kepalanya sedikit. “Lama-lama di dekat Salsa aku juga akan semakin menyukainya, ayolah Satria dia istri sahabatmu, dia memang bukan sekedar cantik saja, kepribadiannya yang lemah lembut tetapi ada sesuatu yang berani di dalam dirinya, entahlah, beruntung sekali Sulthan bisa menikahi Salsa,” batin Satria

