“Mbok, bisa temani Raina tidur? Raina takut tidur sendirian?” pinta gadis kecil mengiba. Mbok Surti pun menjadi tidak tega melihat wajah sayu gadis kecil itu. Wanita paru baya itu mengangguk dan merentangkan kedua tangannya kepada Raina. Gadis kecil itu pun menghampiri dan menyambut dengan pelukan hangat. Seketika dapat dirasakan ada air mata yang mengalir membasahi pipi Raina sampai mengenai tangan Mbok Surti. “Kasihan sekali kamu Raina, gadis sekecil kamu sudah merasakan kesedihan, seharusnya diusiamu ini hanya ada tawa riang dari wajahmu, tetapi jarang sekali Mbok melihatnya,” batin Mbok Siti berkata sembari mengusap air mata itu. Setelah di tinggal oleh ibunya Raina di asuh oleh Mbok Minah dan Mbok Surti, tetapi Mbok Minah kembali pulang ke kampung karena ibunya sedang sakit

