Salsa Adalah Istriku

1385 Kata
“Bukan itu yang Sulthan mau, tetapi dia akan ikut pulang bersama kita!” Ucapan itu membuat Kakek Baskoro terdiam. “Apa maksud kamu, Sulthan?” “Karena dia adalah penyelamat Sulthan dan sekaligus istri Sulthan,” sahutnya dengan tegas. “Apa yang kamu katakan? Bagaimana mungkin dia menjadi istrimu sedangkan kamu sudah bertunangan dengan Delia?” tanya Kakek Baskoro terkejut. “Begini Kek, kata Sulthan dia sudah kehilangan ingatan saat dia di temukan oleh seorang bapak tua dan dia di beti nama Sulthan, nama yang sama tanpa tahu identitas sebenarnya.” “Keluarga wanita itu telah menyelamatkannya sehingga bapaknya berani menikahkan anak bapak itu dan setelah itu kita belum tahu kenapa Sulthan dan wanita itu kembali terdampar di sungai dalam luka yang cukup parah sepertinya ada yang ingin membakar mereka hidup-hidup,” jelas Dokter Rizwan. “Apakah seperti itu Sulthan, katakan!” “Biadab sekali mereka ingin membakar cucu saya.” “Katakan Sulthan siapa yang telah membuat kamu seperti ini?” tanya Kakek Baskoro penasaran. “Tidak Kek, biar Sulthan yang akan menyelesaikan masalah ini, Kakek tenang saja begitu Sulthan sudah mengingat semuanya orang-orang itu tidak akan lolos dari tangan Sulthan,” ucapnya meyakinkan. “Wanita yang bersama Sulthan harus ikut pulang ke rumah jika tidak Sulthan tidak mau menginjakkan kaki ke sana,” ancam Sulthan. Kakek Baskoro menghela napas panjang, mau tidak mau dia harus menuruti permintaan cucunya agar mau tinggal bersama. “Baiklah, Kakek setuju yang penting kamu pulang ke rumah,” sahutnya dengan berat hati. “Sekarang kamu istirahat dan biarkan Dokter Rizwan yang merawatmu dengan baik, Kakek tinggal sebentar ada perlu di luar,” ucapnya dengan ramah. Sulthan hanya mengangguk dan tersenyum kecil . Setelah itu Kakek Baskoro meninggalkan kamar itu di dampingi oleh Dokter Rizwan. “Apakah wanita itu sudah sadar?” “Sebenarnya dia sudah sadar tadi pagi tetapi dia beronta-ronta seperti memarahi orang gitu dan kami menyuntiknya lagi dengan obat penenang dosis rendah.” “Bisa Kakek lihat wanita itu?” “Baik, lewat sini.” Dokter Rizwan mengantarkan Kakek Baskoro ke kamar Salsa. Mereka pun masuk ke kamar itu. Kakek Baskoro mendekati wajahnya yang memar tetapi masih terlihat jelas paras cantik wajah Salsa walaupun sedikit pucat. Wajah Kakek Baskoro tersenyum kecil. “Sempurna.” “Wanita ini mengalami lumpuh, karena tulang ekornya patah, kami sudah melakukan operasi tetapi tetap saja butuh penanganan khusus, jadi dia haru banyak melakukan tetapi agar lumpuh tidak menjadi permanen, “ jelas Dokter Rizwan. “Lakukan yang terbaik untuk wanita ini, pasti dia sangat istimewa untuk Sulthan,” ucapnya. Mereka lalu pergi dari kamar Salsa dan Kakek Baskoro meninggalkan rumah sakit. *** Di hari berikutnya Salsa sudah sadar, membuka sedikit kedua matanya perlahan-lahan. Dia ketakutan tetapi tiba-tiba ada yang memegang tangannya dengan lembut. Salsa mengenal sentuhan itu, dia menutup kedua matanya ingin merasakan sentuhan itu, tetapi tiba-tiba dia menitikkan air mata tanpa dia sadari. “Sayang ini aku, aku masih hidup sekarang ada di samping dan memegang tangan kamu,” ucapnya pelan. Salsa lalu membuka kedua matanya dan nampak jelas siapa yang ada di sampingnya. “Mas Sulthan, kamu masih hi-hidup?” Mereka berpelukan dengan mesra. Sulthan memberikan banyak kecupan di wajah sang istri tidak peduli jika perbuatannya dilihat oleh Satria dan Kakek Baskoro. “Sayang, aku sangat takut kehilangan kamu, tetapi Tuhan kembali menyatukan kita berdua lagi, aku sangat mencintaimu, aku sangat merindukan kamu.” Ucapan Sulthan membuatnya terharu tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, baginya kebahagiaannya adalah setelah melihat orang yang dicintainya selamat dari musibah itu. “Terima kasih ya Allah, Engkau sudah mengembalikan suamiku dalam keadaan baik-baik saja,” ucapnya dalam hati. “Oh ya Sayang kenalkan ini Satria, orang yang telah menemukan kita berdua saat kita pingsan. “ “Dan ini Kakek Baskoro, beliau adalah keluargaku tetapi aku tidak mengingat mereka. Dan kamu tahu ternyata nama asliku memang Sulthan seperti almarhum Bapak memberikan nama saat aku di temukan dulu,” jelasnya bahagia. Salsa hanya mengangguk dan tersenyum. Satria menghampiri mereka berdua dan kembali tersenyum. “Kalian tidak perlu khawatir, sebenarnya Sulthan ini adalah cucu dari Kakek Baskoro Adji Pratama orang terpandang di kota ini, dan seorang pengusaha properti dan restoran” “Sulthan hilang saat bersama saya dan waktu itu tidak ada ya g tahu keberadaannya, sepertinya takdir mempertemukan keluarganya lagi,” jelas Satria tersenyum. Kakek Baskoro hanya diam saja setelah itu pergi begitu saja. “Kakek mau ke mana?” tanya Sulthan bingung dengan sikap kakeknya. “Kakek ada urusan sebentar,” ucapnya dan pergi meninggalkan mereka. Satria menyusul Kakek Baskoro ke luar. "Tunggu, Kek!” “Ada apa?” “Sepertinya Kakek tidak suka dengan istrinya Sulthan, apa benar begitu?” tanya Satria saat melihat Kakek Baskoro membuang muka. “Entahlah, Kakek hanya bingung bagaimana mengatakan sana Delia, seharusnya dia menikah dengan gadis itu, apa yang harus Kakek katakan dengan orang tuanya?” “Kakek benar juga, tetapi jika Salsa tidak menolong Sulthan saat itu mungkin dia tidak bersama kita, buktinya Salsa mengambil risiko besar, dia meninggalkan semuanya untuk Sulthan.” “Kakek belum banyak mengetahui keluarga gadis itu semoga saja dia dari keluarga baik-baik. Kakek hanya berharap jika suatu hari nanti dia bisa mengingat semuanya dia tidak mencampakkan Salsa dan itu tidak bagus sebagai pria, Kakek tidak mendukung hal itu, tetapi kita harus memberitahukan Delia kalau Sulthan sudah kembali, bagaimana menurutmu?” tanya Kakek Baskoro. “Nggak masalah sih karena cepat atau lambat Delia juga akhirnya tahu kalau Sulthan sudah ada bersama kita, tetapi ... “Apa yang kamu pikirkan , tetapi apa?” “Ini hanya pendapat Satria ya Kek, selama setahun ini tidak ada tuh Delia bertanya kepada kita atau berkirim apa kabar dengan kakek , dia ikut menghilang sesaat, pasti alasannya sibuk dengan dunia modelingnya apakah dia tahu sesuatu?” “Sedangkan Satria sudah beberapa kali membuntuti Om Dirga tetapi tetap saja tidak ada pergerakan yang mencurigakan, atau apa mungkin Delia adalah dalangnya, kita tidak pernah tahu kan, Kek?” selidik Satria berargumen. “Kakek juga tidak tahu, nantilah kita pikirkan di rumah segera urus kepulangan mereka dan suruh orang rumah membersihkan kamar Sulthan segera agar bisa langsung di tempati oleh mereka, untuk urusan Delia buat Kakek yang menghubunginya,” ucap Kakek Baskoro memberikan perintah. “Oke Bos.” Satria langsung mengurus kepulangan mereka dari rumah sakit, sudah seminggu lamanya mereka berada di sana untuk pemulihan. Dokter Rizwan tetap akan memantau perkembangan mereka. Sebuah mobil pun telah disiapkan untuk membawa mereka pulang ke rumah besar kediaman Pratama. “Mas, ini serius rumahnya Mas Sulthan, seperti hotel?” tanya Salsa yang sangat takjub dengan keindahan rumah megah yang luas. “Aku juga nggak tahu sih, tetapi kata Kakek aku tinggal di sini juga.” “Oh, sepertinya Bapak dulu tukang ramal deh, buktinya nama yang Bapak berikan sama dengan nama aslimu terus kata Bapak juga kalau Mas itu memang orang kaya,” celetuknya tersenyum bahagia. “Aku akan membahagiakan kamu Sayang sudah waktunya aku harus membalas apa yang mereka lakukan kepada kita, akan aku kembalikan harta warisan dan harga diri yang sudah mereka ambil secara paksa,” gumamnya dalam hati sembari melihat wajah istrinya yang tersenyum bahagia. “Selamat datang Den, selamat datang kembali di rumah ini,” ucap salah satu pelayan di sana. Sulthan hanya tersenyum kecil setelah itu masuk dan mendorong kursi roda milik istrinya. “Sayang, apa kabar?” sapa seseorang dan langsung memeluk dan mendaratkan sebuah ciuman mesra di bibir Sulthan sekilas. Sulthan melotot begitu juga dengan Salsa yang cemburu. Satria dan Kakek Baskoro terdiam. “Kenapa Sayang, kamu sudah lupa denganku? Dan siapa dia apakah dia mantan pelayanmu?” tanya wanita cantik itu dengan tersenyum sinis melihat Salsa yang berada di kursi roda. “Kek, siapa dia kenapa tingkahnya seperti tidak tahu sopan santun?” tanyanya geram sembari menghapus noda lipstik di bibirnya yang mengganjal. Dia adalah Delia Puspita Atmadja tunangan kamu,” ucap Kakek Baskoro dengan lantang. “Oh maaf saya lupa ingatan tetapi perkenalkan ini istri saya Salsa Sasmitha Raharjo, kami sudah menikah resmi baik secara agama dan hukum.” Sulthan tidak mau membuat Salsa cemburu sehingga dia langsung menggendong Salsa menuju kamarnya yang ada di bawah. Delia hanya melongo saat dia tahu kalau Sulthan telah menikah, tetapi ... “Sial, apa sih kerja mereka semua tidak becus, masa aku juga yang harus turun tangan lagi sih?” batinnya berkata sembari menatap mereka dengan penuh kebencian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN