“Uang yang kamu kasih ke Papa itu hanya bisa untuk membayar bunganya saja, tetapi bukan untuk membayar cicilannya,” sanggah Pak Seno. “Astaga, Pa, berapa banyak utang Papa sih, padahal setiap bulan Delia memberikan lima puluh juta loh, Pa, itu tidak sedikit atau jangan-jangan Papa melakukan investasi bodong dan sekarang kena tipu, jawab Pa!” bentak Delia seketika. Raut wajah Pak Seno menjadi pucat pasi dengan pertanyaan anaknya sendiri. Bu Siska pun hanya terdiam karena dia tahu uang itu pergi ke mana. “Ma-maafkan Papa Sayang, Papa memang berbohong sama kamu, tetapi Papa juga nggak tahu kalau mereka telah menipu Papa dan Papa harus mengganti uang konsumen yang telah ikut menanamkan modal sampai ratusan juta rupiah, Papa nggak tahu harus bagaimana lagi, hutang di bank sudah menumpuk d

