Saya Terima

1121 Kata
Satu minggu,terasa satu detik.Terlalu cepat. " Makanan kesukaan kamu Coklat ya?" Nanda tersenyum,memperhatikan Afila yang tengah menikmati salah satu Menu yang tersedia,ia akui Perempuan yang sudah menjadi istrinya sangat cantik. " Ia begitu lah." " Kamu cantik." Afila tersenyum senang,jelas saja pujian dari Nanda membuat dirinya hampir tersedak. " Itu artinya lo udah suka sama gue?" " Maksudnya?" Nanda tidak mengerti maksud dari ucapan Afila barusan. " Ya coba tebak sendiri." " Bisa nunggu?" ujar Nanda menatap Afila serius. " Nunggu sampe perasaan lo ada buat gue?" " Iya,kaya gitu." Afila hanya tersenyum,menjawab ucapan barusan.Ia merasa hubungannya dengan Nanda semakin dekat,bahkan sudah sangat dekat.Karena sekarang cowok itu sudah bergelar Suaminya. " Kalau boleh tahu,lo nerima gue sebagai istri?" " Saya terima kamu sungguh-sungguh sebagai seorang istri,bagaimana dengan sebaliknya?" Belum menjawab,Handphone Afila berdering. +62823468**** -Terimakasih telah menyukai saya begitu tulus.Saya harap kita masih berteman Fil,- " Chat siapa?" tanya Nanda,penasaran. " Telkomsel." Jawab Afila buru-buru menyimpan Handphonenya kembali. " Beneran,kamu enggak sedang bohongi saya kan?" Afila menggeleng dengan rasa bersalah. " Ya udah,kita di lihatin tuh.Ketemu keluarga yuk," ajak Nanda. Afila mengangguk,membiarkan Nanda yang lebih dulu menghampiri keluarganya. Setelah merasa aman,ia segera membalas pesan tadi. - Tolong,jangan pernah bodohi gue lagi kak.Lebih baik saling menjauh kembali.- Ucapan demi ucapan selamat,Afila dan Nanda terima secara bergantian.Doa terbaik pun mereka Aminin.Afila menghapus Airmatanya,entah bahagia atau apapun.Tetapi yang penting,bersama cowok yang di sebelah ia merasakan kenyamanan yang tidak pernah di rasakan selama ini. Marry With My Senior Afila menarik Tangan Nanda ke dalam kamar,ia terkekeh ketika melihat cowok itu sedang kebingungan mencari kamarnya. " Kaget saya," Nanda mengusap d**a. " Ah,ia kah?" Afila buru-buru memastikan detak Jantung Nanda,mendekatkan Telinganya." Tapi masih berdetak." " Bukan itu Fil," Nanda mengusap kepala Afila lembut. " Maaf,enggak fokus." Ujar Perempuan cantik itu dengan tersenyum setelah candanya berhasil.Ia sudah mengganti Baju Pengantin dengan Baju Tidur kesayangan. " Sini,duduk di samping." Nanda menepuk kasur yang di dudukinya. Afila kaget," ih enggak,enggak." " Gimana mau jadi istri,nemenin saya duduk di sini saja enggak mau." Afila menggigit bibirnya,lalu mendekat pada Nanda. Cowok itu berhasil mengembangkan senyum dengan sempurna melihat sikap Afila barusan. Ia merogoh sesuatu dari Kantong Jas Baju,tidak lama sudah menemukan Kotak berwarna Merah dengan bentuk Love. " Untuk kamu." Nanda menyodorkan pada Afila, " Gue?" Remaja itu menunjukkan dirinya sendiri.Nanda mengangguk,Afila langsung membuka kotak tersebut.Kalung Emas yang begitu cantik,membuat Afila ternganga tidak percaya. " Izin untuk memakaikan Kalung ini di Leher kamu ya." Afila menatap Nanda tidak berkedip,hingga cowok itu pun sudah mengambil benda keemasan yang di Kotak dan memasangkan pada Lehernya. " Suka?" tanya Nanda,mengangkat wajah yang sedang menunduk. " Suka kok,terimakasih ya Abang." Jawab Afila. " Bisa di ulang lagi?" Sejenak cewek itu terdiam,tubuh nya sudah memanas dan juga mendingin.Tidak pernah ia merasakan hal seperti ini. " Kapan-kapan aja deh." Tolak Afila malu. Tidak bisa lama-lama di samping Afila,Nanda langsung pergi untuk berganti baju.Ia menoleh ke arah Afila. " Mulai sekarang,kamu panggil saya Abang ya." Afila hanya menatap Nanda tanpa menjawab. " Jawab Fil,bukan lihatin saya." jawab Nanda." Hei,dengar nggak." Cowok itu menepuk Tangan di depan wajah Afila.Hingga terkejut, " Ia,ia Abang." Nanda terkekeh mendengarnya. " Ada yang salah ya?" ujar Afila cemberut. " Gapapa sih,kedengarannya seperti Orang yang baru belajar ngomong.Lucu gitu," Afila hanya mengerucutkan Bibir dan menjatuhkan Tubuhnya ke Kasur,sambil menatap Kalung yang berukirkan namanya. " Dasar nyebelin." " Nyebelin gini suami kamu sendiri loh." Ujar Nanda sembari menuju ke Kamar mandi. " Apaan sih,nggak usah genit.Sana ganti Baju aja deh," " Tapi ganteng kan?" " Ganteng? butuh kaca?" ejek Afila tertawa sinis. " Enggak,butuhnya kamu nemenin saya tidur nanti malem." " Barusan bilang apa!dasar Mata keranjang." Ujar Afila bersiap-siap untuk memukul tubuh cowok itu dengan Bantal Tidur. Nanda hanya tertawa dengan berusaha menghindar. " Keranjang banget sih,balik sana jangan di kamar gue." Dengan ekspresi cemburut Afila mengambil Bantal yang berserakan di lantai. " saya kan bercanda,lagian sama istri sendiri nggak ada salahnya." Kata Nanda,ia menutup Pintu Kamar Mandi dengan tatapan mengejek. Setelah berganti Baju,Nanda menatap Tubuh yang sudah tertutupi Selimut.Baru Lima Menit di tinggal,Afila sudah terlelap.Bisa di pastikan sosok mungil itu benar-benar kelelahan setelah mengurusi Hari Pernikahannya tadi. Ia melepaskan Jam di pergelangan Tangan,meletakkan pada Meja kamar beserta Handphone miliknya. Baru saja selesai membenarkan selimut yang di kenakan Afila,dering panggilan masuk membuat Nanda menggeser Layar benda Pipih itu ke Kanan. " Hallo Var,ada apa?" Tanya Nanda setelah panggilan terhubung. " Dimana sekarang? selamat ya sudah menjadi Suami.Semoga keluarga kecil kalian selalu bahagia,di jauhkan dari berbagai masalah." " Aku di Rumah Afila,ada apa Var? terimakasih untuk Doanya." " Aduh,aku ganggu malam nya Pengantin Baru nih." " Ngomong apa sih,aku istirahat dulu ya Var." " Cie,selamat istirahat Pengantin Baru." Nanda mematikan Panggilan. " Siapa yang nelvon malem-malem begini?" tanya Afila yang sudah duduk di samping Nanda,ia menatap tajam penuh selidik pada cowok itu. " Sahabat deket saya,lagipula dia sudah tahu banyak tentang kamu.Jangan khawatir." " Siapa namanya?" " Varo,kamu kenal?" Tanya Nanda. " Siapa?" " Yang barusan kamu tanyain." " Enggak pernah ketemu sih,tapi dia itu kalau tidak salah Kakak Lelaki dari Sahabat gue." " Poppy ya? dia memang Adiknya Varo." Jawab Nanda sembari merebahkan diri ke Kasur. " Dia Fans fanatiknya lo tuh,ketemu lo dari kejauhan,sudah seperti Cacing Kepanasan." Nanda melirik Perempuan yang masih dalam posisi duduk di Tempat Tidur." Hm,sebatas rasa kagum itu hal yang wajar.Bukan hanya Poppy saja,Fans saya yang lain juga seperti itu." " Terus lo enggak merasa terbebani?" " Enggak,selagi tidak merugikan saya.Mengapa harus di bebani." Dengan Mata terpejam,Nanda menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya. " Hatinya lo masih di Nesya juga?" Afila membenarkan selimut yang di kenakan oleh Nanda. " Kamu ngomong apa lagi,udah malem.Ayo tidur," Afila mengernyitkan Kening." Gue ini sekarang seorang Istri,dan sebagai seorang Istri enggak salah kan ingin tahu tentang Suaminya." Afila terdiam lama,mengalihkan tatapannya pada Dinding Kamar. " Harus saya jawab lagi?" " ia,gue butuh jawaban lo." Nanda tersenyum dan mengangguk pelan." Kalau boleh tau alasan apa yang membuat saya harus jatuh cinta secepatnya pada kamu Fil?" " Karena lo Suami gue,salah?" " Enggak,enggak ada yang salah dengan ucapan kamu.Istirahat lah sudah Malam." " Lalu bagaimana dengan yang tadi? " " Tidak perlu saya jawab,yang terpenting kamu bisa merasakan." " Itu egois namanya!" Afila melempar Bantal ke arah Nanda dengan kesal. Yang di kesali segera menutup seluruh Tubuhnya dengan Selimut. " Tidur Fil,di belakang kamu ada sesuatu tuh." Ujar Nanda menakuti. " Isshh,jangan mengalihkan pembicaraan.Ayo bangun," " Aduh,saya ngantuk Fil." Jawab Nanda pura-pura mengantuk. " Abang,ayo jawab." Suara Afila terdengar memelas,hingga akhirnya Nanda membuka selimut dengan tertawa. " Kamu mau saya jawab apa?" Suara lembut Nanda terdengar. " Iih,emang ngeselin! awas,gue mau tidur." Afila mendorong cowok itu,walaupun tidak membuat Tubuhnya bergerak sedikitpun. Tawa Nanda terdengar kembali,ia mengusap Wajahnya. Tidak lama kemudian berbaring kembali,melelapkan Matanya menuju Alam Mimpi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN