Cukup Itu Salah

1090 Kata

Nesya tersenyum ke arah Tari,Bundanya yang baru saja membuka pintu Kamar. " Sudah belajarnya,sekarang harus tidur." Ujar Tari penuh perhatian. " Hanya baca materi untuk Ulangan besok kok Bun." " Jangan terlalu banyak fikiran,nanti Papa kamu ngomel ke Bunda.Waktu tidur Anak kesayangannya enggak teratur." "Papa enggak pulang lagi?" " Sibuk di Kantor,ada banyak kerjaan." " Kok bunda enggak marah?" Tari tertawa pelan,mendekat pada Nesya." Loh kenapa harus marah,Papa itu sibuk.Jadi Bunda harus mengerti,kalau sama-sama mengedepankan Ego,mana bisa hubungan Bunda dan Papa bertahan hingga sekarang." Nesya menutup Bukunya,menyandarkan Kepala di Bahu Tari." Bunda,menentukan perasaan yang sebenarnya pada seseorang itu bagaimana?" " Kamu akan merasakan kehilangan setelah menjauh,Anak Bunda se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN