The Tensions

1676 Kata

Daniel membanting pintu kamar inap Vanilla dengan kasar. Aura arogansi sangat kentara sejak ia membuka pintu. Lelaki itu memicingkan mata seakan menerka apa yang telah terjadi di ruangan ini. Bahkan, Daniel tidak mengindahkan kehadiran dua orang yang sedang bersama Vanilla. Vanilla berdeham. “Hai, El.” Sapaan Vanilla tidak serta merta membuat Daniel luluh. Lelaki berkemeja coklat itu malah menatapnya tajam. Kedatangan Daniel sungguh di luar dugaan. Ia tidak menghubungi lelaki itu sama sekali. Ponsel yang ia mode getar pun masih ada di sampingnya. “Masih inget aku?” Vanilla mulai was-was karena laki-laki yang tingginya sekitar 180 cm itu sudah menaikkan nada bicaranya. Namun, dirinya tetap memaksakan senyum dan mencoba turun dari ranjang, tetapi dicegah oleh Rey yang datang persis sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN