Berbalut outer coklat, Vanilla bergegas merapikan meja. Setengah jam lagi ia akan mengutarakan perasaan sebenarnya. Keputusan bulat sudah berada di tangannya. Entah bagaimana reaksi Daniel, itu urusan nanti. “Sudah mau pulang, Van?” Kayla memutar kursi menghadap perempuan yang sedang sibuk menumpuk berkas. “Iya.” “Tumben, pulang sama siapa?” Kayla heran melihat Vanilla sudah bersiap untuk pulang. Masih ada sepuluh menit lagi sebelum jam kantor selesai. “Sendiri,” sahutnya tanpa menengok pada si penanya. Tangannya bergerak merapikan dan mematikan komputer. Kayla kembali fokus pada berkasnya setelah mendengar jawaban itu. “Aku balik duluan, ya, Kay.” Vanilla meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu balasan Kayla. Kakinya melangkah cepat di lorong. Apa yang dikatakan Kayla belum lama in

