Waktu baru saja beranjak sore, jam lima lewat lima terlihat di dinding warung. Shopia nampak sedang asyik menikmati wajahnya yang ditiup bayu sore, semilirnya menyelusup lewat sela bilik warung si Teteh. Tidak seperti biasanya gadis itu sebelum Magrib sudah pulang. Apakah mungkin karena produksi roti hari ini sedikit? Beruntung Arjuno berangkat lebih awal dari rumahnya jadi masih sempat untuk bertemu dengannya. “Tumben banget jam segini sudah pulang, Phia?” Arjuno membuka obrolan sesaat dia duduk tepat di samping gadis itu. “Orderan hari ini cuma sedikit, Jun.” Shopia menoleh ke arah Arjuno. Ternyata benar dugaan pemuda itu tadi, pesanan roti agen sedang sedikit. Arjuno menatap wajah gadis pujaannya itu dengan mencuri-curi, terlihat indah sekali saat diterpa bayu sore itu. Shopia tidak m

