Siang itu tak jauh dari Perempatan Ciseeng, Arjuno dan Shopia sedang menunggu odong-odong di depan sebuah Misbar. Bangunan terbengkalai ini dulunya adalah sebuah bioskop tanpa atap di atasnya, jadi jika tiba-tiba gerimis atau hujan maka para penontonnya auto bubar. Makanya bioskop ini disebut dengan Misbar alias gerimis bubar. Entah itu sebuah singkatan yang sengaja dibuat seperti itu atau memang ada istilahnya untuk bangunan tempat menonton ini. Pemuda itu mempunyai banyak kenangan masa kecil dengan bangunan ini, sering kali jika ada film bagus yang akan tayang dia sengaja bolos mengaji demi bisa menonton. Itupun masuk ke sananya lebih awal dengan mengaku-aku sebagai anak pedagang. Jika berangkat menontonnya sehabis mengaji, dia masuk dengan berpegang ke bagian belakang baju pengunjung y

