Dering telepon di atas meja telah membuyarkan keheningan yang Arjuno ciptakan sendiri. Benda menyebalkan itu sudah berbunyi beberapa kali, suaranya menghancurkan lamunan pemuda itu yang sedang duduk di bangku depan pos satpam. Arjuno menatap benda itu tanpa ada hasrat untuk mengangkatnya. Satpam yang bertugas kala itu pun sepertinya malas untuk mengangkatnya, padahal dia hanya berada beberapa langkah di depan pos. Satuan pengamanan berusia senja itu sedang asyik berbincang dengan driver jalur Bandung. Baiklah, Gue saja yang mengangkat telepon itu. Siapa tahu itu telepon penting dari agen yang ingin menambah pesanan rotinya. Pemuda itu akhirnya menunjuk dirinya sendiri sebagai wakil. “Halo, Selamat malam.” Pemuda itu merekayasa suaranya supaya terdengar lembut seperti suara customer se

