Make Over

1001 Kata
    Esoknya, Dafi mengajak Felisha ke butik salah satu desainer terkenal. Felisha mengajak Melani dan Renata untuk memilih baju yang sesuai untuknya. Dafi menurut saja, ia hanya berpesan untuk memilih dress yang jangan terbuka, karena ia tidak suka melihat Felisha terlalu mencolok.     Melani dan Renata datang bersamaan, Felisha menceritakan hubungannya dengan Dafi yang masih mendapatkan lampu merah dari orang tuanya sambil menunggu sang desainer datang. Melani dan Renata siap membantu Felisha untuk make over Felisha menjadi seseorang yang terlihat anggun dan berkelas.     “Ok, Ms. Felisha.. Mari ikut saya untuk mencoba beberapa koleksi saya” ujar desainer tersebut.     Dress pertama, Felisha keluar dengan menggunakan dress hitam berlengan panjang dan tertutup bagian depan, serta belahan sampai paha yang mempertontonkan kaki jenjangnya. Tetapi saat ia memutar, Dafi melotot terkejut melihat punggung Felisha yang terbuka lebar hingga pinggulnya. Felisha menggunakan Backless Gown yang sangat terlihat seksi dipakainya.     “Waaaahh” teriak Melani dan Renata. “Seksi banget kamu Felishaaa. Pantesan si bos bucin tingkat dewa sama kamu Fel” desah Renata terpukau kecantikan dan kemolekan tubuh Felisha.     “No! Ganti baju sekarang” Galak Dafi mengeluarkan suara bariton tegasnya.      Felisha hanya berdecak melihat Dafi pasti tak kuasa menciumi punggungnya. “Baiklah Bos, kita lihat look yang kedua” sambil melenggang membelakangi Dafi yang susah menelan salivanya menatap punggung Indah Felisha. Rasanya ia ingin menjilati tulang belakang indahnya itu sambil meremas p****t sintal kekasihnya.     Dress kedua, Felisha menggunakan dress cream kemben dan langsung di tolak Dafi. Ketiga ia menggunakan bodycon dress berlengan sampai sikunya dengan potongan v di d**a dan juga di tolak Dafi. Keempat, Felisha menggunakan mini A-line dress cream diatas lutut berlengan sampai siku, tetapi Dafi masih menggelengkan kepalanya.     Hingga dress kelima, Felisha menggunakan shoulder off dress satin berwarna navi dengan belahan panjang di kakinya. Potongan dadanya sedikit rendah memperlihatkan indahnya garis tulang selangka dan pundaknya, serta buah dadanya yang menyembul. Felisha berjalan bak model mendekati Dafi, Felisha dan Renata yang masih terpukai dengan dress kedua.     “No, Aku tidak suka” decak Dafi sambil memijat pelipisnya.     Felisha gusar dan menghela nafas. “Jadi kamu ingin aku seperti apa Daf?”     “Aku lebih suka dress yang keempat tetapi terlalu pendek. Aku tidak suka semua orang melihat kaki jenjangmu” desah Dafi.     “Menurut kamu gimana Mel, Ren?” tanya Felisha ke sahabatnya.     “Ehm,, kalau aku, jujur lebih suka kamu yang pake dress yang ketiga. Kamu gimana Ren? Ujar Melani.     “Aku suka yang sekarang, kamu bak artis korea yang datang ke kondangan” ujarnya sambil tertawa. Dan disambut tawa kecil dari Felisha dan Melani.     “Kan ini hanya ke kondangan, tidak perlu pakai dress semewah ini sayang” dengus Dafi.     “Bukannya kamu yang pengen aku terihat mempesona di depan orang tuamu?” tandas Felisha.     “Baiklah, ini adalah gaun terakhir, saya pilihkan kamu gaun yang sesuai dengan yang diminta pak Dafi” potong desainer. “Mari nona, silahkan ganti baju lagi. Ayo”.     Felisha berjalan mengikuti sang desainer dan mengganti baju dengan dress yang ditawarkan oleh desainer.     Felisha tengah dipakaikan baju oleh asisten desainner. “Waah, kamu sangat menawan sekali nona, aku yakin Mr. Dafi menyukainya” ujar sang Desainer.     “Ku harap begitu, karena sudah cukup lelah berganti-ganti pakaian” jawab Felisha terkekeh.     Tak lama Felisha keluar dari fitting room dan melihat Dafi tersenyum lebar melihat Felisha bak bidadari yang turun dari langit. Ia tak sadar berdiri dan menghampiri Felisha.     Felisha menggunakan White Floral Embroidered Midi Dress. Bagian dalamnya satin putih, transparan di bagian pundak hingga siku tangannya dan bagian luar tile putih border bunga-bunga yang kecil dan daun yang bertebaran di seluruh tilenya yang membuat Felisha sangat anggun dengan gaya vintage. Dress berpotongan A-line berlengan sampai siku dan panjang dress hingga lututnya.     Dress yang tertutup tapi sangat menawan dipakai Felisha yang putih dan memperlihatkan pundah dan tulang selangkanya yang Indah. Terdapat pita putih di bagian perutnya. Rambutnya di gelung keatas dan dijuntai sedikit bagian depannya. Benar-benar membuat Dafi terpesona melihat Felisha yang sangat anggun dan menawan.     “Very Gorgeous” ucap dafi lirih sambil membingkai wajah Felisha dan mengecup bibirnya. Felisha membalas kecupan Dafi.     Melani dan Renata mendesah kesal melihat Dafi dan Felisha bermesraan dihadapannya.     Renata menghela nafas kasar, “Huuuft, kita kayak lagi nonton drama korea secara langsung ya mel” ketusnya.     “hmmm… iya, andai aku jadi pacarnya Pak Dafi” gerutu Melani.     “Hey, apa katamu Mel?” sahut Felisha meninggi dan menatap runcing Melani.     Dafi terkekeh melihat Felisha cemburu. “Maafkan aku Mel, tapi pacarku ini sangatlah pencemburu”     “Apa katamu?” sahut Felisha meninggi.     “Sudahlah Feli, aku hanya bercanda. Tidak usah seserius itu” ujar Melani menahan tawa dan menenangkan Felisha.     “I love you” ucapnya sambil membingkai wajah cemberut Felisha dan mengecupnya sekilas. “aku paling suka bibir kamu kalau lagi cemberut gini” tambahnya sambil tersenyum lebar. ***        Hari yang dinanti pun tiba, Felisha sedang berada di salon rekomendasi Melani dan Renata untuk make up dan menata rambutnya, serta menghias kukunya. Felisha sudah bersiap sedari siang untuk mempersiapkan dirinya bertemu dengan keluarga besar Dafi. Ia ingin memberikan kesan yang baik pada keluarga Dafi.     Dafi telah menjemput Felisha di Salon tersebut. Felisha masih dalam perapihan rambutnya. Rambutnya tidak di sanggul kecil, penata rambut tersebut membuat gelombang bervolume pada ujung rambut Felisha yang cenderung tipis dan setengah rambutnya di hias kebelakang dengan bunga-bunga putih kecil.     “Hai sayang, kamu sudah datang” sapa Felisha melihat Dafi menghampirinya.     Dafi langsung mencium pipi Felisha dan tak berkata sepatahpun melihat kekasihnya yang sangat menawan dan mempesona.     “Kamu tidak apa-apa? Kenapa diam saja?” tanya Felisha heran.     Dafi menggelengkan kepala, “Aku speechless lihat kamu secantik ini sayang” sambil memandang Felisha penuh kekagumannya.     Felisha salah tingkah, “Apaan sih kamu, terlalu berlebihan!” tukasnya dan dibalas tawa berdua.     Selang beberapa menit kemudian Felisha dan Dafi berangkat ke acara resepsi pernikahan sepupu Dafi di salah satu hotel mewah di Jakarta. Beberapa kali Felisha menghela nafas karena gugup. Dafi sudah memarkirkan mobilnya dan siap untuk turun.     “Kamu gugup?” tanya Dafi karena Felisha sedang gelisah.     Felisha menganggukkan kepala, “Aku cantik tidak?”     Dafi tertawa pelan, “Kamu cantik sekali sayang, semua mata akan tertuju padamu malam ini. Jadi ayo, kita tunjukkan seberapa serius hubungan kita” kata Dafi semangat.     Felisha menganggukkan kepala lagi, “Iya… Aku akan berusaha semanis mungkin. Tapi kamu jangan jauh-jauh dari aku ya” pintanya memelas.     “Iya sayang” jawabnya dengan senyum lebar. “Boleh aku menciummu?”     “Jangan, nanti make up aku rusak!” sergah Felisha.     “Hahaha… Baiklah ayo kita turun sayang” kekeh Dafi.     Dafi dan Felisha berdampingan menuju Ballroom yang diadakan resepsi. Resepsinya akan dimulai empat puluh menit lagi. Dafi memang sengaja mengajak Felisha lebih awal agar bisa memperkenalkan ke keluarga besarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN