Di bawah langit Singapura sebuah gedung pencakar langit berdiri megah dengan seorang pria tampan terbaring di atas tempat tidur ukuran paling besar dan selang infus yang tergantung pada tiang. Tangan dan kaki diperban. Beberapa pelayan berdiri sedikit jauh untuk selalu siap sedia ketika bos besar itu membutuhkan mereka. Wanita yang tidak lain adik dari Wesley menatap sedih pada kakaknya. “Kenapa kamu melihatku seperti itu? Aku baik-baik saja. Tidak usah khawatir.” Wesley tersenyum. “Suruh para pelayan itu keluar dari kamar ini!” perintah Wesley dan Wilma memerintahkan semua orang untuk keluar. “Kak, aku akan memperkenalkan Kakak dengan teman-temanku. Bagaimana? Apa Kakak mau?” tanya Wilma. “Aku hanya mau Elena.” Wesley tersenyum dan segera duduk. “Walaupun dia telah me

