Pagi hari Elena bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuk Excel. Wanita itu membuatkan bubur pereda nyeri perut akibat minuman beralkohol. Ia masuk ke kamar dan meletakkan mangkuk bubur yang masih hangat di atas meja. Berjalan mendekati pria yang masih tertidur pulas dan duduk di tepi kasur. “Excel.” Elena menggoyangkan tangan Excel. “Hmm.” Excel menutupi wajahnya dengan guling. Ia berniat untuk tidak mempedulikan Elena. “Apa kamu sangat suka mabuk?” tanya Elena dan tidak ada jawaban dari pria itu. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa mabuk karena wanita di depannya yang telah membuat frustasi. “Bangunlah,” ucap Elena pelan. “Aku masih mengantuk.” Excel membelakangi Elena. Ia sangat ingin marah pada wanita itu. “Aku sudah membuatkan bubur supaya perut kamu tidak s

