Dua pasang mata yang ada di dalam ruangan itu saling bertatapan. Masuk begitu dalam. Mengisyaratkan rasa yang tersembunyi dan ingin diungkapkan tetapi tidak ada keberanian karena tertutupi ego tinggi dan gengsi yang ada di dalam diri. Tangan Elena masih berada di bibir Excel yang juga memegang lembut pergelangan istrinya. “Apa kamu tidak mau kopi?” tanya Elena menarik tangannya yang menempel di bibir Excel. “Mau.” Excel mendorong tubuh Elena hingga berbaring di sofa. “Lalu, apa yang kamu lakukan?” Elena menatap Excel yang telah berada di atasnya. “Meminum sesuatu yang lebih nikmat.” Excel mendekatkan wajahnya. “Excel, apa kamu punya kepribadian ganda?” Elena menahan tangannya di d**a bidang yang tertutup kemeja biru langit. “Apa?” Excel menaikkan salah satu alisnya.

