CINTA = PERCAYA-2

1198 Kata

"Ma, maaf," ucap lelaki itu. "Jangan minta maaf sama Mama. Kamu selalu tidak bisa mengendalikan diri saat bertemu dengan dia." Rukayah menatap tajam pada Widyani. "Ayo pulang!" "Ma, tenang dulu. Aku lagi ngomongin bisnis sama mereka," ucap Ismoyo. Lelaki itu kemudian melihat sosok istrinya. "Mama ke sini sama Yanti?" "Iya, kenapa?" tantang Rukayah, "biar istrimu lebih berhati-hati saat kamu pamit kerja." Lelaki itu bergerak mendekati si istri yang matanya mulai membias tertutup kabut tebal. Yanti diam mematung menyaksikan semuanya. Kebahagian selama dua bulan ini luruh oleh kejadian yang dilihat hari ini. "Sayang, dengerin aku. Ini nggak seperti yang kamu bayangkan. Kami lagi ngomongin usaha yang bakal kamu rintis. Percaya, oke," pinta Ismoyo. Dia merengkuh Yanti dalam pelukannya. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN