CINTA = PERCAYA-1

1987 Kata

CINTA = PERCAYA Mengesampingkan segala ego dan rasa khawatir yang menyelimuti, Yanti menyapa sahabat suaminya. Saling menyebutkan nama masing-masing dan mulai berdiskusi tentang pekerjaan. Bagaimana cara memasarkan, pemetaan segmen konsumen yang akan menjadi target produk. Semua dibahas oleh perempuan itu. Supplier barang-barang yang akan memasok pada usahanya dan juga penjual barang setengah jadi. Nama-nama orang tersebut dan asal kota mereka diinfokan pada Yanti. "Jadi, kamu beneran mau pindah haluan, Yo?" tanya sahabat Ismoyo, Safira. "Aku sih nggak pindah haluan. Istriku yang akan menjalankan usaha itu nantinya," jawab si lelaki yang sejak tadi setia menemani Yanti. "Lho, jadi kalian udah nikah?" Ada perubahan pada raut wajah Safira. "Kenapa nggak ngasih undangan?" Baru saja Yant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN