Keprihatinan dan perhatian pada cidera kaki Zohrah seketika teralihkan. Panggilan Reyhan pada Zohrah lebih menarik perhatian mereka. “Apa itu artinya kalian sudah jadian?” tanya Bima. “Ihh, Bima. Masak itu masih kamu tanyakan juga. Semalam Reyhan ‘kan sudah nembak Ustadzah dengan lagu itu,” sahut kak Meta. “Kenapa kak Meta yang jawab? Aku tanya pada mereka berdua,” sahut Bima kesal. “Lagian aku hanya minta kejelasan saja. Mengapa Reyhan sudah panggil dia dengan Zohrah dan kamu saja?” jelas Bima lagi. “Untuk apa kamu mau tahu urusan pribadi orang, Bim? Jelas-jelas mereka sedang kasmaran. Kenapa masih kalian tanya?” Alex menatap Bima seraya menggelengkan kepala. “Sudah bubar saja. Kita belajar. Jangan urusi urusan pribadi orang lain. Apalagi urusan guru kita. Lihatlah! Kakinya cidera par

