“La ilaaha illaa anta, subhaanaka inni kuntu minadz dzoolimiin. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Zohrah terus membaca doa Nabi Yunus pada saat berada dalam perut ikan paus, dalam hatinya. Zohrah merasa sekarang dirinya dalam bahaya. Dua orang pria itu jelas-jelas menunjukkan sikap yang tidak sopan. Saat ini, pelan tapi pasti, mereka melangkah maju mendekati Zohrah. Zohrah menjadi gugup dan berusaha menjauh. Sungguh tidak dia duga sama sekali. Ternyata dirinya salah memilih rumah. Rumah ini ternyata memilih pria-pria bertampang sangar itu. “Astaghfirullahal’adzim... Maaf, ternyata saya salah rumah, Bang. Saya sudah lama tidak pulang ke rumah. Saya kira ini rumah saya. Ternyata ini rumah Abang.” Zohrah menyatukan k

