Ruang laboratorium lantai dua gedung rumah sakit milik keluarga Agust berubah menjadi tempat paling ramai dalam beberapa minggu terakhir. Lorong-lorong steril yang biasanya lengang kini dipenuhi langkah kaki cepat, suara gesekan sepatu medis, dan percakapan pendek bernada profesional. Para dokter dari lembaga genetik pemerintah datang satu per satu, mengenakan jas putih bersih dengan logo kementerian tersemat di lengan kanan, simbol otoritas yang tidak bisa ditolak begitu saja. Wajah-wajah mereka tersenyum ramah, tetapi senyum itu terasa hambar, seperti topeng yang dipakai demi kepatuhan prosedural. Di balik kaca laboratorium, layar-layar besar menampilkan grafik genom, spektrum feromon, dan data biologis Elizah yang bergerak tanpa henti. Setiap angka, setiap garis, membawa konsekuensi y

