Langit sore di atas gedung Vale Farmasi Industri tampak seolah tertahan di antara dua warna merah yang memudar dan abu-abu yang belum mau runtuh. Gedung ini adalah wilayah cabang yang sempat digunakan Rox untuk memata-matai keberadaan Julien–Ayah Josephine. Saat ini, wanita muda itu berdiri di depan jendela tinggi ruang rapat pribadi, menatap bayangan dirinya di pantulan kaca. Rambutnya yang pendek menampakkan leher bersih tanpa cela. Untuk beberapa menit Josephine mengusap bagian tengkuk cukup lama. “Nona Josephine,” panggil Hyun yang memasuki ruangan. “Aku sudah siap.” Balas Josephine setelah berbalik badan. Tatapan mata mereka bertemu lalu Hyun menggeleng. “Lebih baik saya turut menemani—” “Tidak perlu. Dokter Hyun saat ini telah menjadi sekretaris saya bukan ajudan,” potong Jose

