Livi memeluk Alena sangat erat, tangisan Alena tak kunjung berhenti sejak satu jam yang lalu. Matanya pun bahkan sudah bengkak, tapi dia tidak punya niatan untuk berhenti menangis. Livi merasakan apa yang tengah Alena rasakan. Alena merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, kenapa orang tuanya meminta dia kembali hanya untuk Grace. Kenapa tidak untuk menebus kesalahan mereka pada Alena dulu. Apa Alena memang sudah tidak penting bagi hidup mereka hingga tidak ada yang mampu mengerti Alena. Cintanya dan juga kelembutan hatinya sudah membuat Alena terjerembab dijurang kebencian yang teramat dalam. Livi mengelus kepala Alena, selama empat tahun dia sudah menemani Alena. Dia begitu menyayangi Alena sejak awal dia bertemu Alena. Yahh meskipun Livi tahu jika Alena bukan putri kandungnya, d

