Aileen menyandarkan tubuhnya di ayunan kayu, dekat dengan kolam ikan. Meluruskan kakinya, menghilangkan rasa lelah yang menyergapnya. Entah tugas apalagi yang akan diberikan Marcuss untuknya. Angin sepoi-sepoi membuat rambut panjang Aileen berterbangan, Aileen memejamkan matanya. Menikmati semilir angin segar, apalagi cuaca yang dingin seakan menusuk kedalam hatinya. "Oh kamu di sini rupanya," seru seseorang di belakangnya. Aileen tersentak, dia menatap Marcuss yang saat ini berdiri dengan dua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. "Kamu butuh sesuatu Marcuss?" tanya Aileen masih mencoba tersenyum lembut. Marcuss menggeleng, dia melihat wajah Aileen yang kelelahan. "Aku menyewa juru masak, dia akan datang besok pagi. Aku tidak mau keracunan makanan buatanmu," ucap Marcuss m

