14. Derita Aileen

803 Kata

Mobil hitam metalic milik Marcuss memecah keheningan malam, mobil itu kini memasuki pelataran rumah mewah. Aileen mengamati sekeliling rumah itu, sangat indah dengan kebun bunga mawar. Sepertinya Marcuss tidak ingin menghilangkan bayangan Alena dalam hidupnya. Bunga mawar kesukaan Alena kini menjadi pemandangan pertama saat mereka sampai di pelataran rumah. "Turun, ini rumah kita," ucap Marcuss dengan aksen dinginnya membuat Aileen begidik ngeri. Marcuss berjalan terlebih dahulu, tiba-tiba Marcuss berhenti dan berbalik menatap Aileen yang terpukau dengan kebun bunga mawar. Masa bodoh jika itu kenangan akan Alena. Aileen akan merenggut segalanya, mengisi hati Marcuss dengan segenap cintanya. "Bawa semua barang-barang masuk ke dalam rumah," suruh Marcuss. Aileen melihat tiga koper bes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN