Alena berlari menuju parkiran mobil, ia tidak menoleh ataupun berhenti saat Marcuss dan Rehan meneriakkan namanya dan memintanya untuk berhenti. Wanita itu sudah terlalu lelah untuk diabaikan keluarganya. Ya, kesabarannya telah habis, kini ia berada di puncaknya. Air mata Alena mengalir deras membasahi pipinya, dengan cepat wanita itu menginjak gas mobilnya untuk pergi meninggalkan tempat terkutuk tersebut. Ia mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. Di belakangnya tampak Marcuss dan Rehan berada dalam satu mobil untuk mengejar Alena. Kedua lelaki itu menggunakan mobil Marcuss yang memiliki kecepatan di atas rata-rata. "Aku menyesal mengajarinya berani dalam mengemudi. Dia bahkan terlalu berani untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan seperti itu," gumam Marcuss. Rehan hanya t

