"Hoek.. Hoek..." Sejak bangun tidur tadi perutku terasa mual. Seluruh isi perutku rasanya ingin keluar dari tempatnya. Tapi yang ku keluarkan hanya air saja, karena aku belum makan apapun. Meskipun begitu, sukses membuat tubuhku lemas tak berdaya. Biasanya kalau aku sedang mengalami morning sickness seperti ini, Rivan selalu siaga untuk memijit tengkukku dan membaluri perutku dengan minyak kayu putih. Namun tidak untuk pagi ini, bahkan semalam Rivan tidak tidur di kamar. Ia lebih memilih tidur di kamar tamu. Aku melihat ke arah kaca yang ada di hadapanku dan melihat pantulan diriku di cermin. Rambutku acak-acakkan tak karuan bentuknya begitupun juga dengan wajahku. Mataku bengkak dan menghitam, efek semalam menangis karena membayangkan hal-hal yang sangat aku takutkan kalau sampai terj

