35. Sebuah Pengakuan (3)

1262 Kata

“Hai, Ra!” “Hai.” Keduanya saling sapa dalam kondisi yang sangat awkward. Faris kemudian duduk di sisi kosong sofa di samping Tamara. Tanpa diminta Farish menceritakan alasannya menghindari Tamara selama beberapa bulan ini. Rupanya Farish kejar setoran untuk bisa memenuhi isi tabungannya. Selain meliput di sana sini, Farish juga mengambil freelance sebagai fotografer di acara pernikahan, ulang tahun, dan pre wedding. Bahkan Farish sudah menerima tawaran menjadi fotografer sebuah studio foto bergengsi di kota metropolitan ini. Semata ia melakukan semuanya supaya terlihat layak di mata Tamara. Farish ingin segera melunasi kredit mobilnya, kredit apartemennya, say goodbye sama yang namanya kartu kredit, nggak suka lagi nongkrong-nongkrong di bar buang-buang duit cuma untuk beli mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN