Tamara terduduk di atas tempat tidur, mencoba mengingat kejadian semalam. Tamara diajak ke bar oleh teman kuliahnya, lalu mereka clubbing dan tidak bisa menghentikan hasratnya untuk terus menenggak minuman keras sialan itu. Tamara semakin tertekan dengan sikap sinis dari teman-teman cewek kantornya terutama sikap Farish yang berubah drastis sejak Farish menyatakan cinta padanya. “Mestinya kan kalau elo cinta sama gue, elo memperjuangkan gue, bukannya malah sinisin gue kayak gitu.” Tamara mendengkus dan menekan dadanya kuat-kuat saat mengingat sikap acuh tak acuh yang ditampakkan oleh Farish. Beberapa bulan ini Farish jarang terlihat di kantor, sering keluar kota, jarang membalas chat dari Tamara, parahnya lagi sekalinya Farish ada di kantor dan bertatap muka dengan Tamara, yang ada Faris

