Severin dan Rein masih berkonflik dengan senjata yang mereka bawa. Keadaan mereka cukup melelahkan karena dihalangi oleh sebuah lumpur yang cukup meresahkan. Mereka masih bisa memiliki peluang yang besar untuk mengalahkan salah satu dari mereka. Namun, semuanya menjadi lebih jelas ketika mereka sedang membuat tekad yang terlalu tinggi. Nafas mereka diatur sedemikian rupa agar mereka bisa menekan pengeluaran tenaga yang terlalu besar. Rasanya, tidak terlalu banyak terjadi. Doa Beberapa detik mereka masih memikirkan celah dari lawan mereka masing-masing. Ini juga menjawab semua pertanyaan dari pikiran mereka. Pertempuran kembali dilanjutkan dengan sebuah konsenkuesi yang tidak dibayangkan sebelumnya. Rein kembali menyerang Severin dengan tembakan yang akurat. Peluru besi tersebut te

