52

1069 Kata

Dea memakirkan motornya dengan gelisah. Di halaman rumah terparkir dua mobil. Ia mengenali salah satunya adalah milik mertuanya, tapi yang lain Dea baru melihatnya. "Kenapa mereka ada di rumah? Apa masalahnya sudah tuntas?" gumamnya. Telapak tangannya berkeringat dingin. perlahan kaki wanita itu masuk ke dalam rumah. Terlihat Gito, Kevin, Rita, dan seorang laki-laki yang tak dikenal Dea sedang duduk di ruang tamu. "Udah pulang Sayang?" sambut Rita. Kedua sudut bibir mertunya tertarik ke atas cukup lama sampai Dea menghampiri untuk mencium tangan. "Sudah Ma." "Bagaimana keadaanmu Dea?" tanya Gito. "Alhamdulillah baik Pa." "Alhamdulillah, kalau ada rasa gaenak atau sakit. Langsung bilang kami, jangan sungkan-sungkan, Papa semakin merasa bersalah kalau kamu memendam kesulitanmu sendiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN