“Sudah berapa bulan?” “Menginjak tiga bulan,” jawab Levi. Tatapan mengintimidasi diberikan Dea pada Nina. “Apa kau yakin?” tanya Dea meremehkan. Levi menatap adiknya dengan penuh kebingungan. Nina semakin gemetar melihat adik iparnya menjadi sosok yang berbeda. Dea sudah berubah. Kini senyum manis di wajah adik iparnya membuat Nina merinding. “Nina... Dengarkan aku baik-baik,” ujar Dea dengan tatapan yang penuh intimidasi pada kakak iparnya. “Perbaiki semua perbuatan bejatmu, sebelum aku membongkarnya. Kuberikan satu minggu untukmu,” lanjutnya. Mata Nina melebar, ‘Apa maksudnya?’ benak perempuan itu. Dia sangat kebingungan dengan pernyataan adik iparnya. Melihat lawannya kebingungan, dengan baik hati Dea memberikan clue pada Nina. “Aku sudah mengetahui semuanya dari Icha, bahkan a

