16

1146 Kata

“Jangan Sekarang Cha, aku harus berangkat kerja,” tolak Nino. Padahal Icha belum mengeluarkan sepatah katapun padanya. Alis Icha mengerut dan matanya melotot, dia merasa kesal mendapat penolakan dari lelaki di depannya. “Kita bicara sebentar. Kita harus bicara sekarang! Atau adikmu tidak selamat,” ancam perempuan itu berapi-api. Mendengar kata adik, membuat Nino mau tak mingikuti kemauan Icha. “Baiklah. Apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Nino. “Rebut Dea dari Kevin,” jawab Icha. Ini adalah rencana yang harus ia lakukan untuk mendapatkan Kevin seutuhnya. “Aku tidak mau.” Lagi-lagi perempuan itu mendapatkan penolakan dari Nino. Saudara kembar ini memang sangat merepotkan untuk diajak bekerja sama. Namun, karena tak ada pilihan lain Icha memilih mereka berdua sebagai partner. “Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN