Dea merasa kesakitan saat kakinya tanpa sengaja tertindih badan Kevin. Mendengar teriakan Dea, Kevin langsung jingkat melepaskan istrinya. “Apa kau mau membunuhku!!!” teriak Dea. Kakinya benar-benar terasa sakit. “Tidak-tidak, bukan seperti itu De. Aku tidak sengaja,” sanggah Kevin. Dia benar-benar tak sengaja menyenggol kaki istrinya. “Tutup mulutmu itu! Aku sangat muak padamu Mas!” Dea sangat marah. “Maafkan aku.” Kevin menatap istrinya dengan sendu, ia benar-benar merasa bersalah telah membuat Dea kesakitan seperti ini. Sedangkan istrinya langsung membelakanginya tak menggubris ucapan Kevin. Lelaki itu mengacak-acak rambutnya. Ia sangat frustrasi menghadapi istrinya. Perlahan Dea terlelap dalam tidurnya. “Sayang,” panggil Kevin lembut. Yang didapatkan bukan sahutan manja, justru

