54

1031 Kata

Dea sampai di sekolahan dengan badan yang lesu. Rasanya ia ingin lama-lama berada di atas kasur tetapi tanggung jawabnya sebagai pengajar harus ia laksanakan. Setelah tidur bersama suaminya, tubuhnya terasa lebih nyaman tetapi dalam batinnya tidak bisa dipungkiri jika ia masuk kesal. Tanpa sadar ia melamun, dan itu menimbulkan perhatian orang lain kepadanya. "Pagi Bu Dea, bagaimana? Sudah baikan?" tanya Sinta salah satu rekan kerjanya. Wanita itu memamerkan senyuman tipis dan tulus. "Alhamdulillah sudah baikan Bu." Dea membalas senyuman itu dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. "Ayo masuk ke kantor, bel akan segera berbunyi." Sinta langsung menggandeng tangannya tanpa izin dan Dea tidak masalah dengan hal itu. Di lobi sekolah terlihat Andre sedang berbincang dengan salah satu murid. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN