Chapter Dua Puluh Empat

2380 Kata

            Si lelaki asing mengikuti Sheila setelah sedikit membungkuk, mengucapkan terimakasih pada Sarah. Mereka berdua pun mulai berjalan, keluar dari gedung dan melewati kerumunan Nibbanian dengan susah payah. Gadis-gadis mulai berteriak seakan baru saja melihat seorang malaikat. Sheila hanya menggelengkan kepala. Mungkin sedikit malu karenanya. Gadis-gadis histeris itulah yang selalu memendam iri padanya. Sepertinya hal tersebut akan bertambah parah setelah ini, pikir Sheila.             "Maaf, mereka memang selalu berisik seperti itu."             "Aku merasa seperti menjadi seorang artis," ujar lelaki itu sembari tertawa.             "Jadi tuan artis, siapa namamu?"             "Thomas."             "Salam kenal Thomas, namaku Sheila."             "Aku sudah tahu."  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN