Regina semakin menjadi-jadi, pasalnya hari ini dia bahkan berbaik hati mentraktir beberapa teman dekatnya di kantor lantaran diterima menjadi karyawan tetap. Oke, mungkin rasa syukur memang harus dirayakan. Tapi, kenapa hanya kopiku sendiri yang berbeda? "Kenapa harus Latte? Aku kan bilang random, Na." "Tadi tanya sama mbak Claudia, katanya Pak Adam suka rasa Latte." Oh, I see. Tapi kenapa hanya aku sendiri yang dibedakan. Bahkan, dia juga membuatkanku sandwich. Sebagai rasa menghargai atas perjuangannya membuatkan sandwich, aku menerimanya dengan lapang dadà. Dari tatapannya, aku sungguh ingin sekali bertanya apakah Regina menyukaiku atau tidak. Tidak bisa Adam digantung pikiran sendiri. Pun, dengan perasaan yang carut-marut lantaran Claudia semakin dekat dan bahkan sering ngedat

